SETENGAH HARI BERSAMAMU
Rencanaku
pagi ini adalah hunting foto dengan teman-temanku, itu baru rencana awal yaa...
seperti yang sudah aku duga ternyata rencana awal itu gagal begitu saja karna
salah satu temanku tidak bisa ikut gabung bersamaku dengan alasan ada urusan
yang lebih penting yang harus dia hadiri entah acara apa ? aku tak tau, dari
situ aku berfikir ‘bagaimana jika aku tidur lagi saja?’ eh... tiba-tiba led
handphoneku menyala aku bergegas untuk membukanya terntaya eh ternyata ada BBM
dari mantan calon kakak ipar hehe...
“zaa ikut
hunting yuk”
“hayuu aja kak, tapi siapa aja?”
“tanya si dikaa aja sana”
“hayuu aja kak, tapi siapa aja?”
“tanya si dikaa aja sana”
Saat itu
aku senang sekali, karna diajak hunting foto bersama mantan calon kaka ipar.
Tiba-tiba leb bbku menyala lagi dan itu tandanya ada BBM masuk, aku kira itu dari
mantan calon kaka ipar eh taunya dari si dika, tanpa memperpanjang waktu aku
langsung membuka BBM itu dan membalasnya
“hey zaa
ikut hunting yuk”
“sama siapa aja”
“itu kak dini , katanya sih pengen lebih deket lagi sama kamu za”
“ohh oke siap , tunggu aku yaa dik”
“sama siapa aja”
“itu kak dini , katanya sih pengen lebih deket lagi sama kamu za”
“ohh oke siap , tunggu aku yaa dik”
Aku
bergesas menyiapkan segala perlengkapan , dari mulai pakaian sampai kamera, aku
pilih dengan perasaan yang campur aduk , ada seneng,gugup,panik dll.
“dikaa kamu
dimana ? aku otw nih”
“aku ada dipinggir jalan”
“disebelah mana?”
“sebelah kiri jalan, ada jembatan lurus aja, agak cepetan dikit za”
“oke siap bos”
“aku ada dipinggir jalan”
“disebelah mana?”
“sebelah kiri jalan, ada jembatan lurus aja, agak cepetan dikit za”
“oke siap bos”
Dari
kejauhan aku melihat 2 orang berbaju merah yang satu cewe cantik dengan celana
pendek serta ransel kameranya dan yang
satunya lagi cowo cool bercelana panjang , mereka terlihat sedang menunggu
seseorang, aku sudah menduga bahwa meraka adalah dika dan kak dini dan ternyata
dugaanku benar , lantas aku memperlihatkan senyuman termanisku kepada mereka berdua
karna itu pertemuan pertama dengan kak dini mantan calon kakak ipar :D.
“maaf ya kak
lama hehe”
“iyaa gak papa ko ”
“iyaa gak papa ko ”
Mempersingkaat
waktu kita berempat berangkat, aku dengan kak dini dan dika dengan kak yuda,
sesampainya di tempat rekkreasi yang kita tuju kita berjalan memotret objek
yang kita mau, tertawa bersama melepas semua masalah yang ada.
“eh yuda punya twitter ga?” *kak dini
“ohh twitter tuh yang diiklannya angin topan ya” *kak yuda
“twi....twii.. apaa sih” *dika
“twitterrrrrrrr” *aku
“nah ituu benar sekali, gimana sih kamu dika masa segitu saja tidak bisa” *yuda
“yaaa memang aku yang selalu salah” *dika
“udah ayo lanjut disitu kayanya bagus deh” kak dini
“ohh twitter tuh yang diiklannya angin topan ya” *kak yuda
“twi....twii.. apaa sih” *dika
“twitterrrrrrrr” *aku
“nah ituu benar sekali, gimana sih kamu dika masa segitu saja tidak bisa” *yuda
“yaaa memang aku yang selalu salah” *dika
“udah ayo lanjut disitu kayanya bagus deh” kak dini
Dari batu
ke batu aku berjalan menghindari air yang mengalir dengan tenangnya, batu yang
minghijau pertanda jika batu itu licin.
“bantuin
sih kasian kan kalo kepleset kan itu licin” *kak dini
“iya itu batunya kicin” *kak yuda
“sini” (mengulurkan tangannya kepada kak dini ) *dika
“bukan kakak , itu si niza aja kasian , kaka mah biarin aja bisa sendiri” *ka dini
“ayo zaa” (mengulurkan tangannya kepadaku)*dika
“iya”(senyum) *aku
“iya itu batunya kicin” *kak yuda
“sini” (mengulurkan tangannya kepada kak dini ) *dika
“bukan kakak , itu si niza aja kasian , kaka mah biarin aja bisa sendiri” *ka dini
“ayo zaa” (mengulurkan tangannya kepadaku)*dika
“iya”(senyum) *aku
Uluran
tangan itu membuatku merasa sangat senang,itu pertama kalinya aku bisa
merasakan dinginnya tangan dika dan halusnya tangan dika . Mungkin karna uluran
tangannya aku semakin bersemangat memotret , tapi semangatku tidak mampu
mengalahkan cuaca yang tidak bersahabat,
sedikit demi sedikit tetesan air hujan turun ke permukaan bumi,
aku,dika,kak dini dan kak yuda bergegas lari untuk menghindari tetesan air
hujan yang semakin lama semakin lebat, kita berteduh disebuah gubug dengan suhu
yang lumayan dingin kita ber4 memutuskan untuk membeli mie untuk menghangatkan
tubuh kita yang sudah sedikit basah dan kedinginan.
“ayooo kita
santap” *kak yuda
Sambil
menunggu hujan redah aku,dika,kak dini dan kak yuda mengisi waktu dengan
bercanda, disitu aku duduk bersebelahan dengan dika, aku senang sekali karna
baru kali ini aku duduk sedekat ini dengan dika. Sepuluh menit Dua puluh menit
Tiga puluh menit hujan tidak kunjung redah, waktu semakin sore tidak mungkin
kalo kita berempat menunggu hujan redah terlalu lama dan kita memutuskan untuk
melawan guyuran air hujan itu.
“hayu
trabass cuy”*kak yuda
“hayuu” *aku,dika,kak dini
“hayuu” *aku,dika,kak dini
Kita
berlarian menerjang guyuran air yang sangat deras , aku dengan dika tertinggal
dibelakang, dika yang membawa jaket berniat memberikan jaketnya kepadaku.
“zaa udah
ini pake jaketnya” (menyodorkan jaket)
“udah gausah aku udah ada jilbab ko, kamu aja yang make, kan kamu pake baju lengan pendek”
“engga za gapapa aku mah, dipake kamu aja ya” (memayungiku dengan jaketnya)
“gapapa nih ?”
“gapapa ko, entar kamu sakit loh” (menyelempangkan jaket kekepalaku)
“udah gausah aku udah ada jilbab ko, kamu aja yang make, kan kamu pake baju lengan pendek”
“engga za gapapa aku mah, dipake kamu aja ya” (memayungiku dengan jaketnya)
“gapapa nih ?”
“gapapa ko, entar kamu sakit loh” (menyelempangkan jaket kekepalaku)
Sesampainya
di parkiran ....
“hujan euy
jalanan pasti licin ya yud?” *kak dini
“iya , kasian euy masa cewe nyetir” *kak yuda
“iya ih takut jatuh” *kak dini
“tuhh gimana nih dik” *kak yuda
“iyaiya ngerti” *dika
“hahaha” *kak dini , kak yuda
“iya , kasian euy masa cewe nyetir” *kak yuda
“iya ih takut jatuh” *kak dini
“tuhh gimana nih dik” *kak yuda
“iyaiya ngerti” *dika
“hahaha” *kak dini , kak yuda
Hujan
semakin lebat dika sesegera mungkin menyalakan motorku yang akan ditunggainya
dengan memboncengku, mempersingkat waktu kita pulang dengan keadaan badan yang
basah kuyup dengan membawa sebuah cerita yang menyenangkan , aku sadar karna jarak
yang terlampau jauh aku bisa menghargai waktu setiap jam , menit, detik saat
bersamamu, begitu indah kebersamaan kita, walau hanya setengah hari tapi
menurutku setengah hari itu adalah kenangan yang paling manis dan paling
berkesan dalam hidupku semenjak kau hadir mewarnai setiap harik.
~selesai~