Selasa, 24 September 2013

cerita pendek "Setengah Hari Bersamamu"



SETENGAH HARI BERSAMAMU

Rencanaku pagi ini adalah hunting foto dengan teman-temanku, itu baru rencana awal yaa... seperti yang sudah aku duga ternyata rencana awal itu gagal begitu saja karna salah satu temanku tidak bisa ikut gabung bersamaku dengan alasan ada urusan yang lebih penting yang harus dia hadiri entah acara apa ? aku tak tau, dari situ aku berfikir ‘bagaimana jika aku tidur lagi saja?’ eh... tiba-tiba led handphoneku menyala aku bergegas untuk membukanya terntaya eh ternyata ada BBM dari mantan calon kakak ipar hehe...

“zaa ikut hunting yuk”
“hayuu aja kak, tapi siapa aja?”
“tanya si dikaa aja sana”

Saat itu aku senang sekali, karna diajak hunting foto bersama mantan calon kaka ipar. Tiba-tiba leb bbku menyala lagi dan itu tandanya ada BBM masuk, aku kira itu dari mantan calon kaka ipar eh taunya dari si dika, tanpa memperpanjang waktu aku langsung membuka BBM itu dan membalasnya

“hey zaa ikut hunting yuk”
“sama siapa aja”
“itu kak dini , katanya sih pengen lebih deket lagi sama kamu za”
“ohh oke siap , tunggu aku yaa dik”

Aku bergesas menyiapkan segala perlengkapan , dari mulai pakaian sampai kamera, aku pilih dengan perasaan yang campur aduk , ada seneng,gugup,panik dll.

“dikaa kamu dimana ? aku otw nih”
“aku ada dipinggir jalan”
“disebelah mana?”
“sebelah kiri jalan, ada jembatan lurus aja, agak cepetan dikit za”
“oke siap bos”

Dari kejauhan aku melihat 2 orang berbaju merah yang satu cewe cantik dengan celana pendek serta  ransel kameranya dan yang satunya lagi cowo cool bercelana panjang , mereka terlihat sedang menunggu seseorang, aku sudah menduga bahwa meraka adalah dika dan kak dini dan ternyata dugaanku benar , lantas aku memperlihatkan senyuman termanisku kepada mereka berdua karna itu pertemuan pertama dengan kak dini mantan calon kakak ipar :D.

“maaf ya kak lama hehe”
“iyaa gak papa ko

Mempersingkaat waktu kita berempat berangkat, aku dengan kak dini dan dika dengan kak yuda, sesampainya di tempat rekkreasi yang kita tuju kita berjalan memotret objek yang kita mau, tertawa bersama melepas semua masalah yang ada.

“eh  yuda punya twitter ga?” *kak dini
“ohh twitter tuh yang diiklannya angin topan ya” *kak yuda
“twi....twii.. apaa sih” *dika
“twitterrrrrrrr” *aku
“nah ituu benar sekali, gimana sih kamu dika masa segitu saja tidak bisa” *yuda
“yaaa memang aku yang selalu salah” *dika
“udah ayo lanjut disitu kayanya bagus deh” kak dini

Dari batu ke batu aku berjalan menghindari air yang mengalir dengan tenangnya, batu yang minghijau pertanda jika batu itu licin.

“bantuin sih kasian kan kalo kepleset kan itu licin” *kak dini
“iya itu batunya kicin” *kak yuda
“sini” (mengulurkan tangannya kepada kak dini ) *dika
“bukan kakak , itu si niza aja kasian , kaka mah biarin aja bisa sendiri” *ka dini
“ayo zaa” (mengulurkan tangannya kepadaku)*dika
“iya”(senyum) *aku

Uluran tangan itu membuatku merasa sangat senang,itu pertama kalinya aku bisa merasakan dinginnya tangan dika dan halusnya tangan dika . Mungkin karna uluran tangannya aku semakin bersemangat memotret , tapi semangatku tidak mampu mengalahkan cuaca yang tidak bersahabat,  sedikit demi sedikit tetesan air hujan turun ke permukaan bumi, aku,dika,kak dini dan kak yuda bergegas lari untuk menghindari tetesan air hujan yang semakin lama semakin lebat, kita berteduh disebuah gubug dengan suhu yang lumayan dingin kita ber4 memutuskan untuk membeli mie untuk menghangatkan tubuh kita yang sudah sedikit basah dan kedinginan.

“ayooo kita santap” *kak yuda

Sambil menunggu hujan redah aku,dika,kak dini dan kak yuda mengisi waktu dengan bercanda, disitu aku duduk bersebelahan dengan dika, aku senang sekali karna baru kali ini aku duduk sedekat ini dengan dika. Sepuluh menit Dua puluh menit Tiga puluh menit hujan tidak kunjung redah, waktu semakin sore tidak mungkin kalo kita berempat menunggu hujan redah terlalu lama dan kita memutuskan untuk melawan guyuran air hujan itu.

“hayu trabass cuy”*kak yuda
“hayuu” *aku,dika,kak dini

Kita berlarian menerjang guyuran air yang sangat deras , aku dengan dika tertinggal dibelakang, dika yang membawa jaket berniat memberikan jaketnya kepadaku.

“zaa udah ini pake jaketnya” (menyodorkan jaket)
“udah gausah aku udah ada jilbab ko, kamu aja yang make, kan kamu pake baju lengan pendek”
“engga za gapapa aku mah, dipake kamu aja ya” (memayungiku dengan jaketnya)
“gapapa nih ?”
“gapapa ko, entar kamu sakit loh” (menyelempangkan jaket kekepalaku)

Sesampainya di parkiran ....

“hujan euy jalanan pasti licin ya yud?” *kak dini
“iya , kasian euy masa cewe nyetir” *kak yuda
“iya ih takut jatuh” *kak dini
“tuhh gimana nih dik” *kak yuda
“iyaiya ngerti” *dika
“hahaha” *kak dini , kak yuda

Hujan semakin lebat dika sesegera mungkin menyalakan motorku yang akan ditunggainya dengan memboncengku, mempersingkat waktu kita pulang dengan keadaan badan yang basah kuyup dengan membawa sebuah cerita yang menyenangkan , aku sadar karna jarak yang terlampau jauh aku bisa menghargai waktu setiap jam , menit, detik saat bersamamu, begitu indah kebersamaan kita, walau hanya setengah hari tapi menurutku setengah hari itu adalah kenangan yang paling manis dan paling berkesan dalam hidupku semenjak kau hadir mewarnai setiap harik.

~selesai~

1 komentar:

  1. Titanium-Arts - TITanium-Arts - The - iTanium-Arts
    TITanium-Arts - titanium chain TITanium-Arts. $6.99. Shipping titanium glasses frames calculated 한게임 포커 at checkout. snow peak titanium spork Default Title. Default Title. titanium wallet Default Title. Default Title

    BalasHapus