Kamu selalu bilang "selamat pagi" saat mengawali hari, dengan disertai pelukan hangat yang sampai sekarang masih ku ingat. Bersamamu aku bisa menikmati sisi keindahan waktu yang terus memakan. Dengan canda tawa, dengan sedikit amarah, dan rasa bahagia. Aku selalu ingin jadi yang terdepan saat kamu membutuhkan pertolongan, ya... aku bisa saat aku dekat, saat aku jauh denganmu akupun nggak ingin kalah, aku terus berusaha untuk jadi yang terdepan meskipun kadang nihil.
Ingatkah kamu saat pertama kali kamu berjuang mendapatkan ku?
Kali pertama kamu mengajakku untuk pergi kesekolah bareng?
Ingatkah kamu saat pertama kali kamu gugup bertemu dengan orang tuaku dan keluargaku?
Apakah kamu masih ingat masa-masa sulit kita melawan rasa egois kita masing-masing?
Dan apakah kamu masih ingat dengan hal-hal kecil yang membuat kita marah,tertawa dan bahagia?
Aku rasa kamu masih ingat, ya... aku ingat kala itu kamu berusaha keras untuk mendapatkanku, walaupun prosesnya lama tapi kita bahagia saat merasa memiliki satu sama lain. Setiap hari bahagia selama 1 tahun lebih, aku sangat amat bersyukur meninggalkan luka lama dan memulai hal baru bersamamu. Walau nggak selamanya berjalan dengan baik, tapi kita bisa melewati semua hambatan yang ada.
Aku percaya kamu...
Aku lebih percaya kamu dibanding semua perkataan orang yang mencoba menjatuhkanmu, hanya aku yang nggak terima, hanya aku yang ngotot bahwa itu tidak benar saat sejumlah orang menjatuhkanmu.
Aku percaya kamu...
Aku percaya kamu bisa. Pupus harapanku saat kamu mulai putus asa,kamu menterserahkan masadepanmu kepada orang tuamu. Aku berusaha keras meyakinkanmu walau aku tau kamu orang baik, kamu nggak mau menentang keputusan orang tua, tapi aku kekeh yakinin kamu sampai akhirnya kamu bisa.
Sedih rasanya berjauhan, sedih rasanya aku nggak bisa lagi nyubit kamu saat kamu malas, aku sedih nggak bisa rapihin rambut kamu lagi. Aku cuman bisa memberikan perhatian dari jauh, hanya bisa mengingatkan tanpa melakukannya secara langsung, aku sedih. Aku khawatir tapi aku nggak mau membebani pikiranmu, aku membebaskan kamu bermain dan bergaul dengan siapapun, ini kehendakku,ini mauku, dan ini cara terbaik agar kamu nggak merasa kesepian lagi tanpa aku disana.
Aku percaya kamu.
Tapi dugaanku selama ini salah, kamu hancurkan kepercayaanku, kamu hancurkan semua yang kita bangun dari awal. kamu memang punya alasan tersendiri melakukan semuanya tapi aku nggak bisa terima itu, 1 tahun lebih kalah dengan 1 bulan. Apa kamu nggak berfikir panjang?
Aku tau dia sedang rapuh, tapi apakah dia juga tidak berfikir bahwa kamu sudah memiliki aku?
Sekarang nggak ada gunanya lagi kamu membangga-banggakan aku dalam keluargamu, sedangkan kamu nggak bangga memiliki aku saat bersama teman-temanmu, sampai seseorang bisa masuk dan singgah dihatimu.
Aku kecewa
Aku marah
Aku benci
Inikah balasan dari kesetiaanku selama ini?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar